teks berjalan

Logo Design by FlamingText.com
Logo Design by FlamingText.com

Monday, 6 April 2020

Pengertian, Karakteristik dan Penerapan Blanded Learning dalam Pembelajaran

MAKALAH PEMBELAJARAN BERBASIS IT
Pengertian, Karakteristik dan Penerapan Blanded Learning dalam Pembelajaran 
Dosen pengampu : Fahrur Rozi, M.Pd.I

 

DisusunOleh kelompok 8 :
1. Siti Muallifah
2. Umi Rahayuningtiyas
3. Ainur Rohmah 



KELAS 2D
FAKULTAS TARBIYAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
ISTITUT AGAMA ISLAM (IAI) SUNAN GIRI BOJNEGORO
2019/2020 


KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan nikmat dan rahmat kepada kita semua, sehingga kita mampu menyelesikan tugas pembuatan makalah psikologi ini, sesuai dengan waktu yang telah di tentukan .
Kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam penggarapan makalah ini, terutama kepada dosen pengampu kami bapak Fahrur Rozi, M.Pd.I. Sehingga kami mampu melaksanakan tugas mata kuliah ini.
Kami juga memohon maaf apabila dalam makalah yang kami buat ini banyak kesalahan dan kurang rapi, Untuk itu kami kelmpok delapan sangat menunggu kritik maupun saran dari semua pembaca agar kedepannya kami bisamembuat makalah yang lebih baik lagi .



Bojonegoro, 13 Maret 2020


Penulis







DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan
BAB 2 PEMBAHASAN 
A. Pengertian Blended Learning
B. Karakteristik Blended Learning
C. Penerapan Blended Learning dalam Pembelajaran
BAB 3 PEUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA









BAB 1
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang 
Pada era teknologi saat ini, hampir semua aktifitas manusia membutuhkan bantuan perangkat canggih yang dapat dengan mudah membantu aktifitasnya. Tak terkecuali aktifitas pembelajaran di lembaga formal, informal, maupun nonformal. Bahkan dalam kurikulum 2013 yang belum lama ini diberlakukan, kegiatan penggunaan teknologi harus selalu terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran pada setiap mata pelajaran di sekolah. Hal ini tentu mengisyaratkan kepada para pendidik maupun calon pendidik agar mampu menerapkan cara belajar dengan pemanfaatan teknologi yang mutakhir. Artinya, pendidik atau calon pendidik harus “melek” teknologi agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Oleh karena itu, makalah ini menyajikan bagaimana menggunakan dan mnegintegrasikan teknologi dalam pembelajaran melalui konsep Blended Learning.Pembahasan lebih jauh mengenai Blended Learning, akan dibahas dalam bab II pada makalah ini.
B. Rumusan Masalah 
1. Apakah Blended Learning itu ?
2. Bagaimanakah karakteristik Blended Learning ?
3. Bagaimana Penerapan Blended Learning dalam Pembelajaran ?
4. Apa Kelebihan dan kekuaranga Blended Learning ?
C. Tujuan 
1. Meningkatkan pemahaman tentang Blended learning 
2. Menambah wawasan terhadap karakteristik Blended learning 
3. Memenuhi tugas mata kuliah 



BAB 2
PEMBAHASAN

A. Pengertian Blended Learning 
Blended learning istilah yang berasal dari bahasa Inggris, yang terdiri dari dua suku kata, blended dan learning. Blended merupakan campuran, kombinasi yang baik. Sedangkan learning merupakan pembelajaran. Menurut Harding, Kaczynski dan Wood(2005), Blended learning merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan pembelajaran tradisonal tatap muka dan pembelajaran jarak jauh yang menggunakan sumber belajar online dan beragam pilihan komunikasi yang dapat digunakan oleh guru dan siswa. Pelaksanaan pendekatan ini memungkinkan penggunaan sumber belajar online, terutama yang berbasis web, tanpa meninggalkan kegiatan tatap muka. Dengan pelaksanaan blended learning ini, pembelajaran berlangsung lebih bermakna karena keragaman sumber belajar yang mungkin diperoleh. Dengan demikian, Blended learning dapat diartikan sebagai proses pembelajaran yang memanfaatkan berbagai macam pendekatan. Pendekatan yang dilakukan dapat memanfaatkan berbagai macam media dan teknologi. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa blended learning adalah pembelajaran yang mengkombinasikan antara tatap muka (pembelajaran secara konvensional), dimana antara pendidik dan peserta didik saling berinteraksi secara langsung, masing-masing dapat bertukar informasi mengenai bahan-bahan pembelajaran), belajar mandiri (belajar dengan berbagai modul yang telah disediakan) serta belajar mandiri secara online.






B. Karakteristik Blended Learning 
Adapun karakteristik dari Blended Learning yaitu: 
• Pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pendidikan, gaya pembelajaran, serta berbagai media berbasis teknologi yang beragam. 
• Sebagai sebuah kombinasi pendidikan langsung (face to face), belajar mandiri, dan belajar mandiri via online.
• Pembelajaran yang didukung oleh kombinasi efektif dari cara penyampaian, cara mengajar dan gaya pembelajaran. 
• Pendidik dan orangtua peserta didik memiliki peran yang sama penting, pendidik sebagai fasilitator, dan orangtua sebagai pendukung.
Menurut Sharpen (dalam Rusman 2011: 245) karakteristik blended learning adalah ketetapan suplemen belajar yang berhubungan dengan kelas konvensional atau tatap muka dengan menggunakan lingkungan belajar virtual. Dalam pelaksanaan prakteknya harus didukung oleh pembuatan rancangan pembelajaran yang matang dengan teknologi sebagai pendukung tambahannya. Karena blended learning ini adalah model pembelajaran campuran maka teori yang digunakan pun terdiri atas berbagai teori belajar dari beberapa ahli dengan menyesuaikan situasi dan kondisi belajar peserta didik. 
Selain karakteristik yang ada di atas, ciri-ciri lebih spesifik mengenai blended learning, yaitu: 
1. Kegiatan belajar terpisah dengan kegiatan pembelajaran.           
2. Selama proses belajar siswa selaku peserta didik dan guru selaku Pendidik terpisahkan oleh tempat, jarak geografis, dan waktu      atau  kombinasi dari ketiganya. 
3. Karena siswa dan guru terpisah selama pembelajaran, maka   komunikasi diantara keduanya dibantu dengan media pembelajaran, baik media cetak (bahan ajar berupa modul) maupun media elektronika (CD-ROM,VCD),telepon, radio, video, televisi, dan komputer. 
  4. Jasa pelayanaan disediakan baik untuk siswa maupun untuk guru, Misalnya resource learning center atau pusat sumber belajar, bahan ajar, infrakstruktur pembelajaran. Dengan demikian baik siswa maupun guru tidak harus mengusahakan sendiri keperluan dalam proses belajar mengajar. 
5. Komunikasi antar siswa dan guru dapat dilakukan baik melalui cara komunikasi satu arah maupun dua arah (two-ways communication), contoh komunikasi dua arah ini ialah: teleconfrensing, video  confrensing, dsb).
C. Penerapan Blended Learning dalam Pembelajaran 
Unsur-Unsur pembelajaran berbasis blended learning mengkombinasikan antara tatap muka dan e-learningyang memiliki 6 (enam) unsur, yaitu:
a) tatap muka 
Pembelajaran tatap muka dilakukan seperti yang sudah dilakukan sebelum ditemukannya teknologi cetak, audio visual, dan komputer, pengajar sebagai sumber belajar utama. Pengajar menyampaikan isi pembelajaran, melakukan tanya jawab, diskusi, memberi bimbingan, tugas- tugas kuliah, dan ujian. Semua dilakukan secara sinkron (synchronous), artinya semua pebelajar belajar isi pembelajaran pada waktu dan tempat yang sama. Beberapa variasi yang dilakukan, misalnya dosen membagi perkuliahan ke dalam topik-topik yang harus di bahas oleh mahasiswa di depan kelas, mehasiswa membuat makalah untuk presentasi mahasiswa sebagai peserta dan melakukan klarifikasi, tanya-jawab, dan memecahkan masalah. Dengan menggunakan pendekatan berpusat pada pebelajar, kuliah dilakukan dengan tutorial, buku kerja, menulis makalah, dan penilaian. 



b) belajar mandiri, 
Dalam pembelajaran tatap muka, untuk mengakomodasi perbedaan individual kemudian berkembang dengan memberikan tugas belajar mandiri melalui pembelajaran menggunakan modul, sekarang di sekolah digunakan Lembar Kerja Siswa. Tujuannya tentu agar siswa yang berlainan karakteristik kecerdasannya akan belajar sesuai dengan kecepatan belajarnya. Dalam sumber belajar untuk pembelajaran mandiri ini, kebanyakan pengajar memerlukan buku teks 2 atau lebih sebagai sumber belajar. Dalam pembelajaran berbasis blended learning, akan banyak sumber belajar yang harus diakses oleh pebelajar, karena sumber-sumber tersebut tidak hanya terbatas pada sumber belajar yang dimiliki pengajar, perpustakaan lembaga pendidikannya saja, melainkan sumber-sumber belajar yang ada di perpustakaan seluruh dunia. Pengajar yang profesional dan kompeten dalam disiplin ilmu tentu dapat merancang sumber-sumber belajar mana saja yang dapat diakses untuk mengkombinasikan dengan buku, multi media, dan sumber belajar lain.
c) Aplikasi


d) tutorial
Program pembelajaran berbasis komputer memerlukan kegiatan tutorial tatap muka, namun 
sifat tutotial berbeda dengan pembelajaran tatap muka konvensional. Pada tutorial, pebelajar 
yang aktif untuk menyampaikan masalah yang dihadapi, seorang pengajar akan berperan sebagai 
tutor yang membimbing. Sejumlah program universitas menggunakan berbagai pembelajaran 
interaktif komputer. Perusahaan menyediakan pembelajaran berbasis CD-ROM dan konten online. 
Meskipun aplikasi teknologi dapat meningkatkan keterlibatan pebelajar dalam belajar, peran pengajar masih diperlukan sebagai tutor.
e) kerjasama 
f)
f) evaluasi.7
D. Kelebihan dan kekurangan Blended Learning
Kelebihan Blended Learning :
1. Pembelajaran terjadi secara mandiri dan konvensional, 
2. Pembelajaran lebih efektif dan efisien.
3. Meningkatkan aksesbiltas

  Kekurangan Blended Learning:
1. Media yang dibutuhkan sangat beragam, sehingga sulit diterapkan apabila sarana dan prasarana tidak mendukung.
2. Tidak meratanya fasilitas yang dimiliki peserta didik, seperti komputer dan akses internet. Padahal dalam blended learning diperlukan akses internet yang memadai, apabila jaringan kurang memadai akan menyulitkan peserta dalam mengikuti pembelajaran mandiri via online.
3. Kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan teknologi.
4. Tidak meratanya fasilitas yang dimiliki peserta didik, seperti komputer dan akses internet.


BAB 3
PENUTUP

A. Kesimpulan 
     Blended Learning dapat diartikan sebagai proses pembelajaran yang memanfaatkan berbagai macam pendekatan. Pendekatan yang dilakukan dapat memanfaatkan berbagai macam media dan teknologi. Unsur – unsur pembelajaran berbasis blended Learning mengombinasikan antara tatap muka dan e-learning yang memiliki 6 unsur yaitu :
      a) tatap muka 
b) belajar mandiri, 
c) aplikasi, 
d) tutorial, 
e) kerjasama, dan
f) evaluasi.

0 comments:

Post a Comment