MAKALAH HADIST TARBAWI
Kewajiban menuntut ilmu, Keutamaan orang Menuntut Ilmu , Ilmu Bermanfaat
Dosen Pengampu : Aya mamlu’ah, S.Sos.I,M.Pd.I
DISUSUN OLEH KELOMPOK 11 :
1. Siti Muallifah
2. Muthoharoh
3. M. Sodrus syahid K
FAKULTAS TARBIYAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
IAI SUNAN GIRI BOJONEGORO
Jl. Jend A Yani No 10 Jambean – SukorejoBojonegoro
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan nikmat dan rahmat kepada kita semua, sehingga kita mampu menyelesikan tugas pembuatan makalah Hadist tarbawi ini, sesuai dengan waktu yang telah di tentukan .
Kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam penggarapan makalah ini, terutama kepada dosen pengampu kami Ibu Aya Mamlu’ah. Sehingga kami mampu melaksanakan tugas mata kuliah ini.
Kami juga memohon maaf apabila dalam makalah yang kami buat ini banyak kesalahan dan kurang rapi, Untuk itu kami kelompok sebelas sangat menunggu kritik maupun saran dari semua pembaca agar kedepannya kami bias membuat makalah yang lebih baik lagi .
Bojonegoro, 5 April 2020
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB 1 PENDALUAN
A. LatarBelakang 3
B. RumusanMasalah 3
C. Tujuan 3
BAB 2 PEMBAHASAN
A. Kewajiban Menuntut Ilmu 4
B. Keutamaan Orang Menuntut Ilmu 5
C. Ilmu Yang Bermanfaat 6
BAB 3 PENUTUP
A. Kesimpulan 9
DAFTAR PUSTAKA
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ilmu pengetahuan adalah sebaik – baik yang di sukai, sepenting – pentingnya sesuatu yang dicari merupakan sesuatu yang bermanfaat. Kemuliaan akan didapat bagi pemiliknya dan keutamaan akan di peroleh oleh orang yang mencarinya.
Dalam kehidupan dunia , ilmu pengetahuan itu sangat berperan penting. Perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan memberi kemudahan bagi kehidupan, baik dalam kehidupan individu maupun kehidupan bermasyarakat.
Dalam kehidupan beragamaya, ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang wajib dimiliki, karena tidak akan mungkin seseorang mampu melakukan ibadah yang merupakan tujuan diciptakannya manusia oleh Allah SWT tanpa didasari ilmu. Minimal, ilmu pengetahuan yang akan memberikan kemampuan pada dirinya, untuk berusaha agar ibadah yang dilakukan tetap pada aturan – aturan yang telah ditentukan. Dalam agama, ilmu pengetahuan adalah kunci menuju kebahagian dan keselamatan akhirat selamanya.
Uraian diatas, uraian singkat betapa pentingnya ilmu pengetahuan bagi manusia baik untuk kehidupan pribadi nya maupun dengan di lingkungan sekitarnya.
B. Rumusan Masalah
1.
2.
3.
C. Tujuan
BAB 2
PEMBAHASAN
A. Kewajiban Menuntut Ilmu
Menuntut ilmu wajib hukumnya bagi muslim laki-laki mau pun perempuan. Demikian disarikan dari hadits tentang menuntut ilmu yang diriwayatkan Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha'if Sunan Ibnu Majah no. 224.
طَلَبُ اْلعِلْمْ فَرِثْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
"Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap individu muslim."
Secara jelas dan tegas hadits di atas menyebutkan bahwa menuntut ilmu itu diwajibkan bukan saja kepada laki-laki, juga kepada perempuan. Tidak ada perbedaan bagi laki-laki ataupun perempuan dalam mencari ilmu, semuanya wajib. Hanya saja bahwa dalam mencari ilmu itu harus tetap sesuai dengan ketentuan Islam.
Kewajiban menuntut ilmu waktunya tidak ditentukan sebagimana dalam shalat, tetapi setiap ada kesempatan untuk menuntutnya, maka kita harus menuntut ilmu. Menuntut ilmu tidak saja dapat dilaksanakan di lembaga-lembaga formal, tetapi juga dapat dilakukan lembaga non formal. Bahkan, pengalaman kehidupanpun merupakan guru bagi kita semua, di mana kita bisa mengambil pelajaran dari setiap kejadian yang terjadi di sekeliling kita. Begitu juga masalah tempat, kita dianjurkan untuk menuntut ilmu dimana saja, baik di tempat yang dekat maupun di tempat yang jauh, asalkan ilmu tersebut bermanfaat bagi kita. Nabi pernah memerintahkan kepada umatnya untuk menuntut ilmu walaupun sampai di tempat yang jauh seperti negeri China.
Selain itu menuntut ilmu itu tidak mengenal batas usia, sejak kita terlahir sampai kita masuk kuburpun kita senentiasa mengambil pelajaran dalam kehidupan, dengan kata lain Islam mengajarkan untuk menuntut ilmu sepanjang hayat dikandung badan. Sebagaimana tercantum dalam hadits nabi :
أُطْلُبُ الْعِلْمَ مِنَ الْمَحْدِ إِلَى اللَّهْدِ (رواه مسلم)
Artinya: “Carilah ilmu dari buaian sampai liang lahat”(HR. Muslim)
Dalam hadits tentang menuntut ilmu lainnya, Rasulullah SAW bersabda,
تَعَلَّمُوْاوَعَلِّمُوْاوَتَوَاضَعُوْالِمُعَلِّمِيْكُمْ وَلَيَلَوْا لِمُعَلِّمِيْكُمْ
Artinya, "Belajarlah kamu semua, dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru-gurumu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkanmu." (HR Tabrani)
B. Keutamaan Orang yang Menuntut Ilmu
Rasulullah bersabda tentang keutamaan menuntut ilmu sebagai berikut :
مْن سَلَكَ طَرْيقًا َيلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقًا ِإلىَ اْلجَنَّةِ (رواه مسلم )
Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga (HR Muslim)
Hadits di atas memberi gambaran bahwa dengan ilmulah surga itu akan didapat. Karena dengan ilmu orang dapat beribadah dengan benar kepada Allah Swt dan dengan ilmu pula seorang muslim dapat berbuat kebaikan. Oleh karena itu orang yang menuntut ilmu adalah orang yang sedang menuju surga Allah.
Mencari ilmu itu wajib, tidak mengenal batas tempat, dan juga tidak mengenal batas usia, baik anak-anak maupun orang tua. Kewajiban menuntut ilmu dapat dilaksanakan di sekolah, pesantren, majlis ta’lim, pengajian anak-anak, belajar sendiri, penelitian atau diskusi yang diselenggrakan oleh para remaja mesjid.
Ilmu merupakan cahaya kehidupan bagi umat manusia. Dengan ilmu, kehidupan di dunia terasa lebih indah, yang susah akan terasa mudah, yang kasar akan terasa lebih halus. Dalam menjalankan ibadah kepada Allah, harus dengan ilmu pula. Sebab beribadah tanpa didasarkan ilmu yang benar adalah sisa-sia belaka. Oleh karena itu dengan mengamalkan ilmu di jalan Allah merupakan ladang amal (pahala) dalam kehidupan dan dapat memudahkan seseorang untuk masuk ke dalam surga Allah.
Allah sangat mencintai orang-orang yang berilmu, sehingga orang yang berilmu yang didasarkan atas iman akan diangkat derajatnya oleh Allah, sebagaimana firman-Nya:
يَرْفَعِ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Artinya : Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.s. al-Mujadalah : 11)
Keutamaan lainnya dari ilmu adalah dapat mencapai kebahagiaan baik di dunia ataupun di akhirat. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits nabi :
مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ وَ مَنْ أَرَادَ ْالآخِرَةِ فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ وَ مَنْ أَرَادَ هُمَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ (رواه الطبراني)
Artinya
Barangsiapa yang menginginkan kehidupan dunia, mak ia harus memiliki ilmu, dan barang siapa yang menginginkan kehidupan akhirat maka itupun harus dengan ilmu, dan barang siapa yang menginginkan keduanya maka itupun harus dengan ilmu (HR. Thabrani)
C. Ilmu Bermanfaat
Hadist Tentang Ilmu yang Bermanfaat
D. عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: "إذا مات الإنسان إنقطع عمله إلا بثلاث : صدق جارية ’ أو علم ينتفع به, أو ولد صا لح يدعو له’’(رواه مسلم)
Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah SAW bersabda:” apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang shaleh yang mendoakan orang tuanya” (HR. Muslim)
PENJELASAN HADITS
Pada hadits diatas Rasulullah saw memberiakan pelajaran tentang perlunya manusia mencari amal yang berkualitas, kekal, bermanfaat dalam kehidupan dunia maupun setelah meninggal dunia kelak. Kualitas amal itu tidak teputus pahalanya sekalipun ia telah meninnagl dunia, selama amalnya dimanfaatkan oleh manusia. Beliau menyatakan dalam hadits diatas:
manusia telah meninggal dunia terputuslah amalnya. Tidak tidak bias bekerja, tidak bisa beramal tidak bisa berkarya dan tidak bisa berbuat apa-apa. Jika propesi seseorang terputus maka secara sendirinya upah,honor, gaji akan terputus, itu artinya tidak ada pekerjaan tidak ada gaji seperti itu juga dengan amalan, tidak ada amal maka tidak ada pahala. Kecuali tiga perkara yang tidak terputus baik pekerjaabnnya maupun upah atau pahalanya, sebagai berikut.
Sedekah jariah
Sedekah jariah artinya sedekah yang mengalir. Kata jariah berasal dari kataجرى يجرى جر يا فهو جار وجرية berarti “mengalir “.Yakni pahalanya mengalir terus-menerus sekalipun yang bersangkutan telah meninggal dunia. Misalnya bersedakah sajadah, bahan bangunan untuk mesjid, musalla dan sarana iadah lainnya. Benda itu sekalipun dimanfaatkan berkali-kali tidak habis dan masih utuh, sedekah jariah atau wakaf seperti ini tidak akan habis dan terus mengalir pahalanyaselama benda-benda tersebut masih dimanfaatkan orang banyak sekalipun orang yang bersedekah meninggal dunia.berbeda sedekah makanan atau minuman sekalipun dimanfaatkan menjadi habis.
Ilmu yang bermanfaat
Ilmu dimaksud disini adalah ilmu yang diamalkan dan diajarkan kepada orang lain. Sesorang yang mengajarkan ilmu kepada orang lain, kemudian diamalkan dan diajarkan lagi kepada orang lain, maka ia mendapat pahala seperti pahala orang yang mengamalkan dan mengajarkannya sampai ia meninggal dunia bahkan sampai ke akhirat.
Mengenai ilmu pengetahuan yang bermanfaaat disisni adalah segala ilmu yang bisa membawakan manfaat kepada orang lain dan dapat menambah ketakwaan kepada Allah SWT. Selama ilmu itu masih dipelajari, selama itu pilihlah orang yang mengajarkannya mendapakan pahala yang akan terus menerus yang akan dimaksukkan kedalam catatan amal kebaikannya. Dalam islam ilimu dikategoriakn kedalam dua bagian :
a. Ilmu fardhu ain seperti ilmu tauhid ilmu fiqih dan ilmu tasauf, fara’id, Al-qur’an ,dan lain sebaginya
b. Ilmu fardhu kifayah, seperti ilmu sains, kesustraaan, kedokteran.
Anak shaleh
Anak saleh yakni anak yang baik. Menurut ibn Hajar Almakki maksud shaleh disini adalah anak beriman kepada Allah. Anak shaleh yang mau mendo’akan kesemua orang tuanya. Do’a adalah kemauan hati anak yang baik yang menginginkan orangtuanya mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat . hadits ini memberikan motivasi kepada anak agar selalu mendo’akan orangtuanya sekalipun orang lainpun bisa mendo’kannya. Hadits ini juga mendorong kepada orang tua untuk berusaha mendidik anaknya agar menjadi anak yang saleh dan bermanfaat bagi keduanya umumnya bagi khalayak umum, demikian juga do’a anak sangat bermanfaat bagi orang tua sekalipun meninggal dunia. Ketiga perkara tersebut pada hakikatnya adalah perbuatan amal diri sendiri bukan perbuatan orang lain. Harta yang disedekahkan adalah hasil jerih payah usahanya sendiri ketika masih hidup, wajar jika amal jariahnya masih dipakai atau dimanfaatkan orang lain, ia mendapatkan pahala yang sama. Demikian juga ilmu yang diajarkan kepada orang lain dan anak yang saleh merupakan peningggalan yang tetap mengalir pahalanya merupakan hasil usaha atau karya orang tua yang susah payah mengajar dan mendidik anaknya sehingga menjadi anak yang saleh.
BAB 3
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Seorang muslim dibolehkan merasa iri dalam hal pertama melihat orang yang mempunyai harta kemudian menafkahkan hartanya di jalan Allah, dan kedua, orang yang mempunyai ilmu kemudian diamalkan dan diajarkan kepada orang lain.
2. Orang yang menuntut ilmu secara ikhlash akan dimudahkan oleh Allah masuk surga
3. Menuntut ilmu itu hukumnya wajib bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan, dari mulai sejak lahir sampai sebelum masuk kubur
4. Ilmu yang harus dicari adalah ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum yang bermanfaat
5. Kewajiban orang yang memiliki ilmu adalah mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari dan mengajarkannya kepada orang lain
6. Ilmu merupakan cahaya yang menerangi dalam kehidupan, juga merupakan kunci pembuka rahasia alam yang dapat dimanfa’atkan dalam kehidupan.
7. Manfa’at ilmu pengetahun begitu besar dalam kehidupan manusia, baik untuk kebahagiaan di dunia ataupun di akhirat kelak



0 comments:
Post a Comment